Senin, 09 Maret 2009

Aku sudah hampir lupa bagaimana...........

Aku sudah hampir lupa bagaimana aku pertama kali melihatnya
Aku sudah hampir lupa bagaimana aku pertama kali bertemu dengannya
Aku sudah hampir lupa bagaimana senyumnya yang telah membekukan pandangan
Aku sudah hampir lupa bagaimana angin meniup rambut kecoklatannya
Aku sudah hampir lupa bagaimana matahari membakar kulit putihnya
Aku sudah hampir lupa bagaimana dedaunan rontok di antara tatapannya
Aku sudah hampir lupa bagaimana hujan membasahi bahunya
Aku sudah hampir lupa bagaimana suiletnya di antara senja dan sindrakala
Aku sudah hampir lupa bagaimana desah nafasnya saat perpisahan itu tiba
Aku sudah hampir lupa bagaimana kata-kata terakhir darinya saat dia pergi (untuk selamanya ?)
Aku sudah hampir lupa bagaimana aku baru tersadar bahwa aku menyukainya
Aku sudah hampir lupa bagaimana aku terlelap dalam genangan airmata
Aku sudah hampir lupa bagaimana cara mengeja namanya
Aku sudah hampir lupa bagaimana cara mengucap namanya





tapi kini aku kembali teringat
padamu
juga kisah-kisah
yang kita tinggalkan pada halaman-halaman buku perpustakaan,
pada lantai-lantai berdebu, pada bangku-bangku usang,
pada dinding-dinding pagar, juga pada setapak jalan yang pernah kita lalui

aku tak tahu bagaimana dirimu saat ini,
tapi aku hanya ingin tahu
tentang perasaan kita yang dahulu

3 komentar:

  1. cie3...

    hwehehe....

    aq jd bneR2 pnasaRan sm soRa..

    humm...

    BalasHapus
  2. ye...

    eMg q augush rush?

    bisa dgeR suaRa aLAm dan bRpikiR kaLo itu soRA??
    hummm...

    xp

    BalasHapus
  3. puisi yang bagus Nis...
    hewhehehhe....
    seperti apa yang aku rasakan...

    but...
    aku akan selalu mengingatnya..
    hee...

    BalasHapus