Minggu, 05 April 2009

Benci Segitiga

Orang yang temanku benci adalah orang yang membenciku. Masih orang yang sama, orang yang membenciku adalah orang yang dibenci temanku.

Orang yang paling bodoh di dunia ini adalah orang yang dibenci temanku. Mengapa aku bisa menganggapnya bodoh? Karena dia terlalu bodoh untuk membuat temanku membencinya. Perlu kau tahu kawan, temanku itu paling pantang membenci orang. Hm, jangan-jangan dia membenci temanku karena temanku menyukainya? Oh, tentu saja tidak. Aku tahu betul siapa yang temanku suka. Tapi kawan, dia membenci temanku? Kurasa orang itu sudah tidak waras. Gegar otak dan kurang pikiran mungkin. Aku tak begitu tahu mengapa dia membenci temanku. Padahal, sejauh yang aku tahu kawan,dia dan temanku adalah teman baik. Lantas, mengapa dia sekarang membenci temanku? Bisakah aku berspekulasi bahwa dia menyukai temanku? Kurasa juga tidak. Aku memang tidak tahu siapa yang sedang dia sukai, tapi sejauh yang aku dengar dari temanku, dia menyukai orang lain.

Orang paling bodoh nomor dua di dunia ini adalah orang yang membenciku. Aku tak tahu mengapa dia membenciku. Sepanjang yang aku tahu, aku tak pernah berbuat salah padanya. Atau jangan-jangan dia suka padaku? Ah, kurasa tidak. Hanya orang bodoh yang menganggap dia menyukaiku. Aku jadi penasaran dan ingin tahu mengapa dia membenciku. Jangan-jangan, malahan aku yang menyukainya? Tentu saja tidak dan tidak akan pernah kawan. Dan mungkin kau juga sudah tahu siapa yang aku sukai. Aku sempat berpikir, apakah dia membenciku karena temanku membencinya?

Jika betul begitu kawan, aku tenyata juga membenci temanku itu. Mengapa bisa begitu? Entahlah. Aku tak begitu tahu. Tak ada alasan untuk mencintai seseorang bukan, maka membenci seseorang pun demikian.

Kalau di dunia ini ada cinta segitiga, boleh-boleh saja kan, kalau ada benci segitiga. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, siapakan yang akan jadian? Jadi musuh bebeuyutan beneran maksudnya. ~_~



Cerita di atas terdapat unsur fiksi dan kesamaan nama samaran bukan disengaja melainkan hanya kebetulan semata.

1 komentar: