Jumat, 17 April 2009

Seuntai Tasbih

Kawan, masih kah kau ingat dulu ketika kau memberikan seuntai tasbih padaku?

Aku masih ingat betul. Satu tahun lalu, kau berikan seuntai tasbih milikmu dari ibumu kepadaku. Masih ku simpan tasbih itu, kawan. Karena tasbih itu adalah untaian keberanianmu yang kau sumbang kepadaku saat malam membekukanku.

Aku bahagia dalam ketakutanku, karena kau mendukungku, dan mencoba menghilangkan rasa takutku. Tapi kawan, kenapa kau sekarang tak lagi seperti dulu? Aku tahu, keberanian dalam tasbih itu telah menguap setahun ini. Aku juga agak sangsi menyebutmu teman. Masihkah kau adalah temanku?

Aku tahu kau tak mungkin membaca tulisanku ini, tapi...biarlah dunia tahu, bahwa aku dulu pernah punya kau, teman. Teman yang dapat diandalkan kapan saja.

Suatu saat bila kau telah kembali jadi dirimu, bolehkah aku menyebutmu kawan lama?

3 komentar: