Kamis, 04 Juni 2009

Di sebuah kedai

Aku tak percaya ini. Sepertinya aku sedang bermimpi.

Bulan sabit mengambang di langit barat ketika aku singgah sejenak di sebuah kedai kopi yang bernuansa eropa jaman dulu. Aku ingin sekedar mengistirahkan kuda putihku. Di sana aku bertemu dengan matahari. Dan dia tersenyum padaku dan berbasa-basi, menanyakan aku hendak pergi kemana. Katanya, ia akan pergi ke kota seberang, dan dia sedang mampir sambil mengistirahkan kuda-kuda yang menarik keretanya. Suatu kebetulan bertemu. Kupikir bulan telah tinggi dan matahari telah terbenam.

Malam itu, matahari bilang perbekalannya menipis. Dan dengan senang hati aku membagi sedikit bekalku untuknya. Aku rela, asal ia menukar bekalku dengan senyumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar