Senin, 08 Juni 2009

Sebuah Sejarah

Sebuah sejarah dalam hidupmu mungkin, tapi mengejutkanku. Kemairn kau minta maaf padaku. Aku tak bisa berkata apa-apa.

- Aku saat ini sangat menyesal atas semua kesalahanku. Aku sudah tak mau lagi dibenci. Aku hanya ingin mengejar mimpiku saat ini. Aku ingin hidup tanpa rasa saling membenci, walau itu mungkin sulit untukmu. Aku ingin mencoba ingin hidup tanpa ada rasa dendam dan saling membenci di hidupku yang baru. Maaf atas semua salahku.

Aku terhenyak. Sejarah dalam hidupmu meminta maaf padaku. Tapi kau pikir hanya kau saja yang punya mimpi? Aku diam.

+ Terimakasih sudah mau meminta maaf. Tapi mungkin sejak awal, aku yang salah. Aku tahu kau membenciku, entah kenapa. Sejak awal aku tak membencimu. Hanya saja setelah tahu diammu untukku, aku marah. Marah padamu.

Tak ada balasan. Kuteruskan saja kata-kataku.

+ Sekali lagi, sejak awal aku yang salah. Aku tak akan memaksamu untuk tak membencimu, karena itu adalah keputusanmu dan aku menghormatinya. Aku berhutang padamu satu hal. Terimakasih atas keberanian yang dulu pernah kau beri. Tak apa kalau kau lupa.

Tak ada balasan. Sepertinya kau menganggap kalimatku belum selesai.

+ Aku akan mengembalikannya setelah benar-benar menata diri. Kau tahu, kau hampir mendiamkanku selama 6 bulan. Dulu juga pernah, tapi kau kembali jadi dirimu. Tapi, sekali lagi kau seperti dulu hingga kemarin. Sekali lagi, mungkin sejak awal aku yang salah. Kalau begitu, bolehkah aku bertanya satu hal?

+ Mengapa kau dulu mendiamkanku? Aku ingin tahu alasanmu.

Tak ada balasan. Rupanya kau memilih diam. Baiklah, tak apa. Setidaknya kau sudah tahu perasaanku karena kau sudah mendiamkanku sekain lama. Aku memilih tidur. Terserah padamu mau menjawab pertanyaanku atau memilih diam.

- Sebenarnya aku hanya ingin lari dari semuanya. Aku benar-benar sadar telah terlalu egois saat itu. Aku menyesal atas semua yang telah aku lakukan. Aku sekarang ingin meminta maaf kepada semua orang yang pernah ku sakiti. Terimakasih sudah mau memaafkanku. Semua ini membuatku lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar