Sabtu, 22 Agustus 2009

Euporia

Masih di festival yang sama saat aku bertemu dengan cowok seputih kapas.

Aku berkhayal, kali ini benar-benar sebuah euporia yang tak akan pernah terkabul karena ternyata festival telah lama lewat. Aku mungkin berhalusinasi sepertihalnya seorang pengembara yang haus melihat sebuah fatamorgana sebuah lembah yang sangat subur di tengah gurun seluaa samudra.

Kali ini, aku membiarkan diriku tenggelam dalam euporia masa lalu. Kali ini aku berkhayal Sora datang melihat festival kota. Ia kini tinggal di sini, bersama kerentaan keluarganya yang tersisa. Aku bisa melihatnya di seberang sana, begitu nyata, walau aku yakin betul ini hanya sebuah euporia. Aku bisa melihat Sora berjalan mendekat menuju tempatku dan kudaku menunggu barisan prajurit dari bangsal ke empat. Aku bisa merasa, aorma tubuhya yang telah berdiri di samping tubuhku. Aku benar-benar berkhayal. Ia bertanya padaku mengenai barisan yang lewat di hadapan. Aku menoleh dan ia tersenyum padaku seolah pertemuan kali ini adalah sebuah ketak sengajaan yang ia sengaja buat.

Saat seorang prajurit Nazisme lewat dengan mengumandangkan lagu, aku tersadar kalau aku hanya berkhayal. Dan bayangan Sora lenyap begtu saja seperti kepergiannya yang tiba-tiba.

Sora, kapan kamu pulang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar