Sabtu, 22 Agustus 2009

Lady Penunggang Kuda


Kemarin aku melihat festival kota di lembah. Lagi-lagi aku harus menuruni bukit untuk melihat pawai akbar itu.Aku kaget ketika bertemu dengan cowok seputih kapas. Tak ku sangka ia mau berpanas-panas untuk melihat festival, padahal ia selalu saja berada di antara salju.
Aku melihat matahari tepat berada di belakang mendung yang tersenyum pada semua orang. Sebuah kekontrasan, mendung yang berlari di depan matahari.
Cowok sepuih kapas mengjakku bicara mengenai kemahiranku berkuda yang tak dimiliki lady-lady lain. Ia pikir aku seperti seorang lady yang menentang kodrat sebagai seorang bangsawan wanita.

Ah, tau apa ia soal aku. Tapi aku senang atas perhatiannya padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar