Sabtu, 22 Agustus 2009

After Ceremony


Kemarin aku sengaja turun dari perbukitan menuju kota yang letaknya ada di lembah untuk merayakan Hari Pembebasan. Di kota itu aku mengikuti seremony yang berjalan sangat kolot seperti biasanya.
Saat pulang, aku melihat Tuan Muda Shadow di dalam keretanya, berjalan lambat di depanku. Aku melambatkan kudaku dan mengikutinya di belakang. Tuan Muda Shadow tak menoleh ke belakang. Tapi aku tahu bahwa kusirnya telah memberitahunya kalau ada aku di belakangnya.
Aku melaju kudaku menuju arah yang tegak lurus dengan Tuan Muda Shadow. Sekilas sebelum aku merubah arah, aku melihat seberkas senyum di bibirnya.

Aku beruntung mampir ke tempat minum teh bersama temanku setelah seremoni berakhir. Karena dengan begitu aku dapat melihat senyum Tuan Muda Shadow. Kurasa, nyawaku bertambah separuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar