Sabtu, 03 Oktober 2009

Andai Saja

Aku selalu ingin bercerita padanya, Hime. Pada si pungguk yang merindukan bulannya, bahwa kau dan dia adalah manusia yang paling bodoh yang pernah ku temui di dunia ini. Aku selalu saja ingin berkata padanya tentang bepata kau merindukannya, seperti halnya dia merindukan bulannya. Aku tak mengerti mengapa dia begitu mencintai bulannya, padahal rupa bulan tak seindah seperti yang dapat ku lihat dari bumi. Aku ingin bercerita bahwa perasaan bulan itu sehalus permukannya, tapi tak akan pernah bisa sama seperti perasaanmu yang sehalus awan.

Andai saja, aku bisa, maka aku akan mengatakan padanya,kalau tak selamanya sejarah peribahasa akan selalu berkata pungguk merindukan bulan. Andai saja aku bisa, aku akan berdoa agar malam datang tak berbulan. Biarkan bulan hilang termakan bayangan bumi. Ya, biarkan bulan hilang agar awan tak berhujan.

Biarkan sejarah berubah jadi si pungguk yang merindukan awan. Ya, biarkan! Andai saja aku bisa, aku akan berdoa agar sejarah bisa berubah. Agar awan bisa menggantikan bulan. Agar pungguk akan jadi merindukan awan, sebagaimana kau merindukan pungguk.

1 komentar:

  1. niss...
    udaaa aaaa...
    aq bisa nangis lage..
    T_T

    huff...
    sebagaimanapu kau berusaha...

    pungguk akan tetap merindukan bulan..
    tidak akan pernah merindukan awan!!
    TIDAK AKAN PERNAH!

    SHIT!!!DAMN!!!

    BalasHapus