Jumat, 06 November 2009

Memang Demikian

Seseorang yang mengaku berasal dari bintang bercerita padaku tentang cahaya sore tadi. Masihkah kau ingat pada cahaya? Dia adalah seseorang yang telah membisikkan lagu yang mengingatkanku pada orang itu.

Seseorang dari bintang itu singgah di depan rumahku dan mengajakku minum teh di sebuah kedai bergaya eropa lama. Seseorang itu berkata bahwa beberapa saat lalu ia bertemu dengan cahaya. Cukup lama, dan cahaya bercerita padanya tentangku, juga kisah-kisah lain yang ia dapatkan sewaktu pergi ke bumi.

Lalu seseorang itu berniat menemuiku setelah mendengarkan cerita cahaya. Ia pun mulai bercerita padaku tentang sebuah kisah yang belum pernah ku dengar sebelumnya. Bebedapa saat lalum di sebuah bintang, cahaya bertemu dengan seseorang yang bernama Couer. Cahaya berhutang budi pada orang itu karena telah memberikan sebuah tumpangan saat cahaya singgah ke bintang itu. Kemudia Couer memberikannya sebuah Sand Glass yang bisa mengukur banyaknya jarak dan waktu yang telah di tempuh cahaya untuk berpindah menuju bintang yang lain.

Aku terhenyak. Aku pernah bertemu dengan Couer, seseorang yang telah diceritakan seseorang yang berasal dari bintang itu. Dulu, dulu sxekali di sebuah festifal Tanabata. Ya, seperti dugaanku, hal itu memang terjadi. Aku mengerti, kenapa dulu ia menatapku seperti itu. Mungkin karena Couer tahu, aku bisa tahu segala sesuatu lewata mataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar