Minggu, 01 November 2009

Seorang Peri

Aku baru saja mendengarnya dari alang-alang, juga rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalan, juga dari angin, bahwa ia, cowok seputih kapas, telah bertemu dengan seorang peri. Kata mereka, cowok seputih kapas telah lama mencarinya, mencari peri itu, lewat jejak dedak peri yang tertabur di depan rumahnya.

Kemarin aku bertemu dengan cowok seputih kapas itu yang masih saja sepolos dulu dan tersenyum padaku. Andai saja ia tak pernah menemukan dedak peri di depan rumahnya, apakah ia akan terus berkunjung padaku sambil membawakan senyumnya itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar