Jumat, 06 November 2009

Surat yang Tak Pernah Bisa Tersampaikan Padanya

Sebelum kau membaca tulisanku ini, kau harus memahami dulu arti kata aku, kau, dan kita.


Perkataan orang-orang membuat telingaku panas.
Aku telah mencoba untuk mmbalas pesanmu yang kau kirimkan padaku kemarin dulu. Duapuluh empat jam setelah aku yakin kau adalah orang yeng mengirim pesan itu. Tapi bukannya tak pernah tersampaikan padamu? Kertas-kertas itu telah mengatakan semuanya kepadaku, kau ingin mengakhirinya dengan sebuah tindakan. Ya, katamu, sebuah tindakan kecil lebih baik daripada seribu kata-kata yang telah kurangkai. Orang-orang itu juga telah bercerita padaku. Seseorang yang mengantarkan pesanku padamu, tapi kau tak pernah membalas, tak menerimanya? Atau sengaja tak mau membalasnya? Haruskah orang-orang itu yang menyampaikan pesan-pesan kita? Kenapa tak kau kirim sendiri pesan itu padaku agar kita kembali seperti dulu? Tidak, katamu kau tak butuh, bukan begitu?

Baik, biar aku luruskan agar tak jadi tambah membengkok. Aku ingin semua ini berakhir. Berakhir karena aku dan kau memang hendak ingin mengakhirinya. Bukan karena mereka, atau orang lain. Ini masalah antara aku dan kau, tak ada tokoh mereka dalam masalah ini. Aku hanya ingin kau memberiku sebuah kesempatan untuk bercerita padamu, tentang semuanya, tentang sebuah awal dan akibat. Aku hanya ingin kau mendengarnya, lalu dengan begitu aku akan dengan lantang dapat mengatakan hal itu kepadamu. Maaf.

Tapi bagiku, maaf bukanlah sebuah akhir dari semuanya. Maaf tak akan bisa menyelesaikan hal diantara kita. Bagiku akhir adalah sebuah penentuan, apakah kau akan berjalan terus tanpa melihat masa lalu, atau kau akan membiarkannya saja. Kau tahu, aku ingin sekali kau membuat sebuah akhir dari semua ini. Akhir bukan sebuah maaf, tapi sebuah keputusanmu, karena aku telah mengambil keputusan untuk terus memegang janjiku.

1 komentar:

  1. jangan diluruskan, karena 2 garis lurus yang sejajar tak pernah memiliki titik temu. nanti saja setelah kau temukan titik itu maka kau bisa menentukan akhirnya bersama. tapi kawan, kadang akhir bukanlah hal yg kita idamkan..

    BalasHapus