Rabu, 23 Desember 2009

Anak Laki-laki Keluarga Bittersweet dan Roket Kayunya

Beberapa hari lalu seorang gadis datang padaku untuk bercerita tentang kakak laki-lakinya. Ia mengaku berasal dari keluarga yang bernama Bittersweet, dan ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Basil. Mereka tinggal berdua sejak kematian ayah dan ibu mereka. Basil, sang kakak bekerja sebagai tukang kayu. Dan mereka tinggal di pinggir negeri yang bernama Burnet, dekat hutan Elder.

Katanya, kakaknya sedikit aneh, jarang bicara, tapi ketika ia ingin berbicara maka ia akan berbicara sangat lama. Satu hal yang membuatnya semakin aneh adalah karena ia 'menyukai' awan, sangat 'menyukai'. I amembenci musim panas karena ia akan jarang melihat awan. Jika hari di musim panas dengan langit yang berawan, ia pasti akan segera pergi ke hutan untuk menebang kayu, lalu pulang siang dan bersantai sambil mengagumi awan. Aneh sekali bukan?

Hal yang membuatnya semakin aneh adalah ketika ia ingin pergi ke negeri di atas awan. Ia pernah mendenagr cerita dari Jack, anak laki-laki yang pernah pergi ke negeri di balik awan dengan kacang ajaibnya. Ya, sejak saat itu, anak laki-laki keluarga Bittersweet itu bertambah aneh.

Suatu hari, ia menjual banyak sekali kayu untuk di jual ke kota. Saat tengah hari, ia berkeliling kota mencari penjual kacang ajaib. Tapi tentu saja ia tak menemukannya. Lalu ia pergi ke tukang loak dan menemukan buku aneh yang membuatnya ingin membuat roket kayu. Gadis itu heran, bagaimana bisa roket kayu bisa mengantarkan kakaknya ke balik awan?

Suatu ketika, anak laki-laki keluarga Bittersweet membawa pulang sebuah kantong yang berisi serbuk terbang lalu menaburkan separuhnya pada roket kayunya. Lalu ia pergi tanpa berpamitan kepada adiknya dan pergi ke negeri di balik awan stratus, negeri bangsa bertopi kerucut. Sesampainya di sana, ia bahagia, berhari-hari ia di sana. Tapi ia tak bisa melihat awan lagi, ia malah ingin pergi ke bintang.

Ia lalu pergi ke negeri di balik awan Cumulus, negeri raksasa, untuk mencari sebuk terbang. Ia tak mendapatkannya, hanya mendapatkan serbuk roket. Hingga ia bisa sampai ke bintang. Di sana, ada sebuah negeri bernama Arbor Vi. Dari sana ia bisa melihat awan, tapi tak secantik dari rumahnya. Lalu ia meminta seseorang dari Arbor Vi mengantarkannya pulang. Ia pun akhirnya bisa pulang dengan tunggangan bintang jatuh.

Sejak saat itu, anak laki-laki keluarga Bittersweet jadi semakin aneh. Kini ia 'menyukai' bintang dan juga awan. Kurasa ia sudah gila.

Anak perempuan itu bertanya padaku, haruskah ia membawanya ke rumah penyembuh jiwa?

4 komentar:

  1. bukannya aneh atau gila..,
    mungkin seorang adik perempuan itu belum mengenal kakaknya sepenuh hati..,
    mungkin dia hanya menilai kakaknya hanya dengan satu sudut pandang..,
    dari sudut pandang dia saja..,
    tidak mempertimbangkan segala kemungkinan lainnya..,

    cobalah untuk memaknai semua itu dari sudut pandang seorang kakak..,
    mungkin seorang kakak tersebut mempunyai pemikiran yang lain..,
    cobalah mengerti segala gejolak jiwa yang mungkin terjadi..,
    bukan aneh atau gila..,

    hati berkata lain..,
    coba maknai dengan hati..,
    jangan dengan logika..,

    hati tak pernah berkata bohong..,
    dan mungkin itu yang menyiksanya..,
    bukan aneh atau gila..,


    just think bout it, with ur pure hearth.., :)

    BalasHapus
  2. wadow, komennya panjang bener!!!!

    okey, jika aku bertemu dengan anak perempuan keluarga Bittersweet itu, aku akan mengatakan padanya kalau ia telah salah sangka, bahwa kakaknya tidak gila, hanya saja, ia sedang terkena penyakit yang tak bisa tersembuhkan yang lalu akan hilang setelah 3 tahun

    BalasHapus
  3. rasanya aku telah lupa bagaimana perasaan bergejolak seperti itu, karena hatiku tak pernah berkata-kata lagi sejak bertahun-tahun lalu.
    andai aku bisa merasakannya lagi

    BalasHapus
  4. aneh?
    gila?
    kakak?
    adik?
    bintang?
    awan?

    hmmm...aneh...!!!

    og aku merasa janggal ya?

    dimana letak harta karunmu, adalah dimana hatimu berada..

    jangan pernah mengabaikan suara hatimu..
    karena ia lah yang kan mengantarkanmu pada harta karunmu..yaitu cita-citamu..

    ia tdk akan menyesatkanmu..
    kau harus mengetahui bahasa yang hatimu gunakan
    agar tak ada yang saling mengkhianati.

    itu yang aku pelajari dr membaca The Alchemist!

    BalasHapus