Rabu, 16 Desember 2009

Mari berkirim Surat

Kemarin aku berkirim surat kepada langit lewat angin dan arakan awan. Aku tak sabar hanya menatapnya di atas sana tanpa menanyakan kabarnya. Suratku sangat sederhana, hanya beberapa kata saja, menanyakan kabarnya. Ku harap langit baik-baik saja walau aku tahu ini telah pertengahan penghujan tapi bila hujan tak datang aku sangat senang. Suratku telah sampai lewat tengah malam tadi, dan langit mengirim balasannya cepat-cepat dititipkan pada bintang jatuh malam tadi. Aku senang tahu ia baik-baik saja.

Hanya saja, langit sedang sakit ingatan, bahkah ia tak tahu siapa aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar