Sabtu, 20 Februari 2010

Menangis untukmu

Kali ini aku tahu dengan sendirinya tentang orang itu. Mungkin aku salah kira, hanya saja tak perlu kutanyakan kepadanya, semua telah jelas.

Benarkah selama ini ia yang telah memenui benakmu, hingga kau bertanya kepada orang-orang tentang kabarnya? Benarkah selama ini ia yang telah membuatmu tampak begitu berseri seperti bunga yang bermekaran saat matahari baru satu inci beranjak dari malam?

Kali ini biarkan aku menangis untukmu, untuk dirimu saat ini. Tanganku bergetar seperti senar dawai yang kendor dari ikatnya ketika aku menemukan apa yang tempo hari tak dapat aku jawab kepadamu. Kurasa kabut mulai turun, membuatku menggigil bersama tetes air mataku untukmu. Kali ini aku tak akan bercerita padaku tentang orang itu. Biarkan saja, ya, biarkan saja. Aku terlalu sedih untuk bercerita, takut membuatmu ikut menangis.

Aku ingin minta maaf kepadamu, kali ini sungguh aku tak ingin membagi cerita ini bersamamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar