Sabtu, 20 Maret 2010

Tambahkan Waktuku

Malam terasa dingin, lebih dingin dari biasanya. Kali inipun demikian. Karena aku hanya sedniri saja di sini, tanpamu atau siapapun. Malam terasa semakin larut, terlalu larut untuk bercerita tentang terik hari yangterlewati atau gerimis yang mengikis bebatuan.

Kali ini pun kau datang kepadaku, berniat bercerita tentang hari-hari yang membosankanmu, atau tentang usahamu yang tak berdaya. Aku terlalu lelah untuk mendengarkan kesahmu itu, terlalu tak punya waktu kali ini, terburu menyelesaikan kata-kata, soalnya.

Sungguh aku ingin kita seperti dulu, saat-saat ketika kita berlomba mengejar layang-layang atau saat-saat ketika kita berlomba menyelam dan mengumpulkan kerang-kerang. Saat-saat yang kurindukan itu telah kelewat terlalu lama, kau tahu itu.

Kawan, aku sungguh ingin mendengarkan kisah kesahmu itu, hanya kini aku tak lagi bisa membagi waktuku untukmu. Mungkin aku bisa, asalkan kau tambahkan waktu dunia jadi 25 jam sehari. Lalu aku akan jadwalkan, satu jam untuk mendengarkan kisahu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar