Kamis, 01 April 2010

Senyummu Itu Patut Dipertanyakan

Aku tak pernah lagi menulis tentangmu karena kini aku telah bersama peri salju itu bukan?

Aku tak pernah mengerti tentangmu juga tentang senyummu. Aku selalu berharap aku tak akan bertemu denganmu bila kau sedang bersamanya, terlalu sungkan dan membuat alisku berkerut. Aku pun mengenal peri salju itu, bukan? Kau tahu itu. Sudah sering aku bersamanya, hanya aku tak mengerti mengapa kau kini bersamanya. Apalagi kau selalu melemparkan senyumm itu kepadaku meski kau bersamanya saat itu.

Mengapa kau tawarkan senyummu itu? Kau harus menjawabnya, agar semuanya tak menjadi semakin rumit saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar