Kamis, 08 April 2010

Suara Orang Itu

Aku tak mengerti tentangmu, semakin tak mengerti saja. Kali ini kau duduk termenung menatap awan yang terlihat di sela-sela jendela. Kau termenung, melamun mungkin, tak menyadari aku di sini memerhatikanmu. Lama hening, dan yang dapat ku dengar hanya gemerisik dedaunan dan desir angin di antara jendela. Sayup, aku dapat mendengar sebuah lagu sendu dari balik pintu di seberang sana. Kau akhirnya bereaksi, menatap di balik pintu itu sambil menerawang. Dapat ku lihat bayangan orang itu di matamu yang meredup.

Masihkah kau berharap bahwa kisah pungguk yang merindukan bulan itu tak pernah ada?

1 komentar: