Jumat, 28 Mei 2010

Kisah Penyihir Bintang Jatuh

Ada banyak kerajaan dan negeri di jagad raya ini. Kebanyakan terlampau jauh bagi manusia untuk mengunjunginya. Hanya saja, hal ini mudah saja bagi bangsa-bangsa tertentu. Di sebuah bintang bernama Castur dari rasi bintang Gemini, hiduplah para pengelana bintang yang menaiki sapu terbang untuk mengelana di angkasa.

Suatu ketika mereka berkunjung ke Bumi, mereka yang terbang dengan sapu terbang akan terlihat seperti bintang jatuh bagi manusia. Dan mereka adalah penyihir yang keji. Penyihir laki-laki yang sangat licik dan satu-satunya bangsa yang bisa mengubah hati manusia menjadi hati blanc. Tentu saja mereka mempunyai hati, hati hitam pekat, hati noir. Mereka, entah bagaimana, menciptakan alchemi dan ramuan agar mereka tetap bisa bertahan hidup, meski hati mereka satu-satunya tercuri atau hancur. Dan mereka, senang akan hati manusia yang berwarna-warni.

Suatu ketika, musim panas dengan langit malam yang menakjubkan, sekelompk bintang jatuh melesat melintasi malam yang sunyi. Salah satunya jatuh di dekat pondok di pinggir negeri Bassam. Sesosok penyihir laki-laki muncul di tengah kerlip serbuk bintang yang berkilauan disertai bunyi kacling, bunyi bintang jatuh. Penyihir laki-laki inu bisa merasakan kekuatan hati yang behat, datang dari pondok yang menyala di depannya.

Suatu pagi, penyihir laki-laki itu datang ke pondok itu lagi. Ia masuk dan menemukan seorang wanita yangterduduk di sebuah kursi goyang di depan jendela besar yang menghadap ke padang rumput dengan latar belakang langit musim panas. Penyihir laki-laki itu busa melihat hati sewarna langit milik wanita itu, yang entang mengapa terkunci diantara rantai emas. Entah mengapa apa yang membuatnya tergetar, tapi ia merasakannya, gemuruh dan perasaan asing yang mengaburkan akalnya, perasaan yang terlarang bagi bangsanya.

Sejak saat itu, penyihir laki-laki itu datang menemui wanita itu. Berusaha membuat wanita itu tergerak untuk hendak menatapnya. Tapi usahanya memang sia-sia, wanita itu tak pernah bergeran dari tempatnya, seperti boneka yang bernapas dan hidup. Ia tak pernah berkata apa-apa, hanya menatap padang rumput berlatar langit musim panas, seolah menunggu sesuatu, seseorang.

Suatu hari penyihir laki-laki itu kembali ke pondok itu ketika senja hampir menyingsing. Ia menggenggam hati noirnya, hati hitam yang dimiliki semua penyihir laki-laki dari bangsanya. Ia telah tahu kisah wanita itu dari seorang temanya. Hari itu hari terakhir ia berada di bumi. Dan ketika rasi bintang salib selatan muncul, ia harus pergi, berkelana lagi. I atelah menetapkan hati untuk memberikan hati blanc kepada wanita itu. Meski tahu, setelah wanita itu mendapatkan blanc, ia akan kembali ke negerinya, dan itu berarti, penyihir laki-laki itu tak dapat terus mencintainya, karena adalah sebuah dosa apabila ia yang seorang berhati noir mencintai seseorang berhati blanc.

Penyihir laki-laki itu menawarkan diri untuk mengubah hati langit wanita itu dengan syarat wanita itu mau berhenti dalam penantiannya, agar wanita itu mau menatapnya untuk terakhir kalinya. Tapi wanita itu tetap tak bergeming, tetap diam, menatap semburat oranye di batas cakrawala. Penyihir laki-laki itu menyerah, lalu pergi untuk selamanya.

Bertahun-tahun setelahnya, penyihir laki-laki itu kembali ke pondok itu dan menemukan sebuah kristal berwarna langit dengan sebuah surat.

Aku tahu, aku berdosa telah mencintaimu, wahai pemilik hati noir. Maka biarkan aku menjadi debu langit dan melihatmu kembali bersama putri Andromeda.

Penyihir laki-laki itu tak menangis, meski hatinya terasa sakit. Ia keluar dari pondok itu, mengajak putri Andromeda yang menunggunya, untuk kembali mengarungi angkasa bersamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar