Rabu, 30 Juni 2010

Mengirim Pesan kepada Langit

Hari ini mungkin aku sedang gila atau apa. Tapi kau tak akan pernah menyangkanya, bahwa aku akan berani mengirimkan pesan kepadanya, kepada langit. Bulan sudah hampir tua, dan mungkin hal itu yang membuatku bertindak gila. Ya, hari ini kuputuskan untuk mengirimkan surat kepada langit. Surat merah jambu, yang sama sekali tak berbau wangi parfum perancis. Apakah langit akan terkejut? Apakah ia akan mengingatku lagi? Ya, mungkin saja. Tapi untuk membalas apa yang tertuliskan di dalam surat itu? Kurasa aku tak yakin. Aku hanya ingin langit tahu saja, bahwa selama ini aku masih terpasung pada masa laluku, padanya, pada langit. Aku ingin ia tahu, perasaan ini begitu menyakitkan, hingga sulit untuk dituliskan di atas kertas. Tapi, tak apa lah. Aku sudah mengirimkan surat itu kepadanya. Dan tinggal menunggu saja balasan darinya.

6 komentar:

  1. melo nis.. wagu!
    sg uwes yo wes. yo wes. yo wes
    (malah nggaaauuung)

    BalasHapus
  2. meskipun aku gak begitu ngerti sama cerita2 kamu..
    i think it's better to prove that u are really true storyteller..

    BalasHapus
  3. andika : wagu yo uwis, ora masalah

    BalasHapus
  4. cummy : hm, mksdny? aku ng ngerti mksd klmtmu lho
    tp, ng mslh klo km ng percaya, aku tak mewajibkan org yg mmbc blogku utk percaya, hny saja aku nulis pa yg ada di pkrnku aj (meski kadang rada hiperbol dan pke kalimat yg ambigu)

    BalasHapus
  5. gak ada maksud apa2.. cuma muji aja kalo kamu emang cocok jadi pendongeng.. haha
    beneran, aku gak ngerti, cm kadang kalo lagi konek nih saraf di otak, aku betah baca2nya..

    BalasHapus
  6. na na na na na na na na na na na na na na na na na na na na na na na na nanananana..

    kpn kt ngenet breng lagi???

    BalasHapus