Rabu, 02 Juni 2010

Menjadi Bijak

Ketika aku berkembara melewati savana lalu sampai di sebuah lembah dengan padang rumput, aku bertemu dengan seorang laki-laki tua yang duduk si bawah sebuah kanopi. Ia mengundangku untuk beristirah sejenak. Ia bertanya mengapa aku sampai ke tempat seperti ini. Aku lalu bercerita kepadanya, tentang langit, matahari, dan orang-orang yang kutemui dipengembaraanku mencari langit.

Ia tersenyum, laki-laki tua itu. Ia berkata kepadaku agar aku menjadi lebih bijak. Kadang pencarian selalu berujung kepada kekecewaan. Akan lebih bijak bila aku terus berkelana bukan untuk mencari, tetapi untuk menemukan. Aku terdiam dan laki-laki itu tertawa rendah sambil menawarkan tempatnya berada agar ia bisa menggantikanku berkelana. Tapi aku menolak, aku tak mau menunggu, aku akan berkelana untuk menemukan. Laki-laki tua itu tersenyum, dan membiarkanku pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar