Senin, 07 Juni 2010

Menunggu

Hari ini aku ingat tentangmu. Orang yang selama satu sore membuatku menunggu di sebuah persimpangan, di tempat dimana aku bisa menunggu senja tenggelam, tempat dimana aku bisa menyaksikan lampu-lampu jalanan mulai menyala.

Ya, aku menunggumu bersama senja dan lalu lalang lalu lintas, mempertaruhkan kepulanganku. Aku menatap jam, detik-detik yang terlewati, juga menulisnya jadi kata-kata. Bunga sakura di seberang sana telah mekar, tinggal menunggu gugurnya saja. Waktu berlalu, dan temanmu itu telah berjanji akan membawakan buah tangan bila mana kau dan temanmu itu datang. Lama sekali aku menunggu tapi aku tak segera ingin pulang, seolah percaya kau akan datang entah kapan.

Seolah ingin terlihat memesona, akhirnya kau datang, bersama dua orang temanmu itu. Seperti janji temanmu itu, kau membawakanku buah tangan, sebuah apel merah. Aku sudah lapar, tapi tak memakannnya. Aku diam, sedikit marah karena kau tak segera datang. Tadi kau menggodaku, membuatku tertawa dan melupakan marahku padamu. Dan seperti janji temanmu, kau menemaniku menyusuri jalan pulang.

2 komentar:

  1. Si orang to?
    Wkwkwkwkak..

    E, kudu maturnuwun ng ak koe kiih..
    Tnpa ak, hari ini tk akn trjadi..

    BalasHapus
  2. bukan laaa, napa juga aku mo nggu tu anak mpe maghrib2, kagak mau saye bang!
    tu orang laen, bukan dia
    he, matur nuwun knp? hari ni mksdny ape?

    BalasHapus