Rabu, 07 Juli 2010

Surat dari Langit

Malam yang aneh. KUpikir aku baru saja bermimpi ketika aku melihat suratmu itu. Aku tak menyangka, kau mau membalasnya juga, Sora. Tapi aku tak begitu yakin akan suratmu, jadi maaf saja kalau aku tidur dulu.

Tapi paginya, aku membaca suratmu itu lagi. Sora, benarkah kau sungguh-sungguh tak ingat kepadaku, juga kepada tempat kita pertama bertemu? Sungguhkah? Kau bilang kau sungguh tak ingat. Ya, aku mengerti. Enam tahun ini pasti telah membuatmu melupakan aku dan semua hal yang aku jaga hingga sekarang. Aku mengerti, kau telah memilih orang lain. Ya, aku mengerti.

Terimakasih, karena kau telah membalas suratku. Kali ini, mungkin aku bisa pastikan kepadamu, bahwa aku telah benar-benar mati di tempat dulu kita bertemu bertahun-tahun lali. Kali ini, biarkan kloningku saja yang meneruskan hidupku.

1 komentar: