Jumat, 27 Agustus 2010

Duniaku yang Baru

Inilah duniaku yang baru, sesaat setelah aku berpindah dimensi. Dunia yang dipenuhi sosok-sosok yang mudah terbaca, juga sosok yang sulit pula untuk dibaca.
Inilah duniaku yang baru, dunia yang dipimpin oleh gejolak menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dimana teriak-teriak lantang tak cukup hanya untuk didengarkan.
Inilah duniaku yang baru, dunia yang penuh akan cinta dan ketertarikan di atmosfer. Dimana tak cukup hanya cinta segitiga atau segiempat, tapi sampai sisi-sisiny tak terlihat. Dimana cinta melingkari setiap awak laskar.
Inilah duniaku yang baru, dunia yang tak bisa kudikte, tak bisa kuatur alurny. Dunia yang merdeka berdaulat atas masing-masing cerita.
Inilah duniaku yang baru, penuh persaingan pertempuran sesama teman. Dunia yang selalu bergejolak oleh cemburu yang mencemari bagai bara yang terhujani.

Ya, inilah duniaku. Dan aku masih tetap jadi orang yang sama. Seorang pengamat dan aku hanyalah si pencerita.

Senin, 09 Agustus 2010

Saat Membereskan Semuanya

Suatu pagi yang aneh.
Kuputuskan untuk membereskan hatiku. Kukumpulkan surat-surat tentangmu, juga gambarmu yg berserakan di lantai hatiku. Ku bungkus kertas-kertas bertuliskan tentangmu di dalam plastik duka. Aku mungkin sedang terhipnotis atau apa, tapi aku benar- benar melakukannya.

Ku bawa semua hal tentangmu juga masa lalu milik aku dan kau keluar, keluar jauh-jauh dari hatiku. Demi awan dan pepohonan yang menjadi saksiku, kubakar habis semua tentangmu, sora. Biarlah semuanya mendebu. Maaf, maaf, tapi aku telah bertekad untuk segera membereskan hatiku, sebelum semua hal tentangmu membusuk dan meninggalkan baumu. Aku mungkin mati rasa atau apa, tapi sungguh, aku tak lagi merasakan perasaan yg menyesakkan.

Kau mungkin tak peduli dan tak mau peduli, jika aku benar-benar telah membereskan hatiku.

Jumat, 06 Agustus 2010

Ingin Menghilang

Malam yang asing. Bintang mulai meredup di atas kabut malam yang mengambang di angkasa. Bulan belum juga muncul, kesiangan rupanya.

Aku kini meraba goresanmu di hatiku, menyesapi perlahan rasa sakit yang terceriterakan. Aku kini tergagap mencari cahaya dari lubang yang kau pergunakan untuk merangsek masuk, ingin kututupi dengan anyaman kertas bertuliskan tentangmu.

Bahkan mengingatmu tak bisa kurang dari 1 detik, sedang melupakanmu tak bisa segera tertuntaskan.

Rabu, 04 Agustus 2010

Terbawa Mimpi

Sora, lagi-lagi kau membuatku kembali merindukanmu, padahal aku tlah bertekad untuk berhenti mengharapkanmu.

Lagi-lagi kau menemuiku dalam mimpi yg aneh. Kau mempermainkanku seperti biasanya, membuatku tertawa hingga menangis. Kau hanya tak mengerti, sudah lama aku tak memimpikanmu. Aku heran, mengapa aku memimpikanmu? Adakah rinduku padamu tlah meluap hingga membanjiri mimpiku? Atau adakah kau sedikit ingat padaku di malam yang aneh? Aku tak yakin yang mana alasannya. Hanya saja, aku senang bisa memimpikanmu padahal aku bukan pengatur mimpi