Kamis, 09 September 2010

Percayalah (walau hanya setiik saja)

Tidakkah aku adalah orang yang dapat kau percaya?

Lantas, mengapa kau tak mau sedikit saja membagi ceritamu itu kepadaku? Kawan, bukankah kau telah mengatakan padaku dengan lantang bahwa aku dan kau adalah teman sampai akhir? Kau tahu, kawan, aku selalu saja iri kepada orang itu, seseorang yang selalu kau bagikan ceritamu padanya. Aku selalu ingin dapat mendengarkan ceritamu tentang dia. Tapi kau tak mau. Aku selalu berusaha agar kau dapat mempercayaiku barang hanya setitik saja. Tapi kau selalu menjawabnya dengan senyuman dan tatapan tersakiti. Adakah kau takut ceritamu itu akan menyakitiku? Tidak, tentu saja tidak, sedikitpun ceritamu itu tak akan membuatku merasa sakit. Nah, kawan, sedikit saja, cobalan untuk dapat memercayaiku mulai saat ini, dan bagikanlah ceritamu itu kepadaku.

2 komentar: