Kamis, 09 September 2010

Saat yang Telah Tiba

Bukankah sebuah kebetulan pula ketika kita mengadakan perjamuan kemarin lusa ditanggal yang hampir sama pula? Setahun yang lalu, kita sama-sama duduk di tempat kemarin, menatap rasi bintang scorpio di langit bulan September, sibuk menata pikiran tentang jalan yang akan kita tempuh saat ini. Langit penuh bintang, seolah mempermudah kita untuk menjelajahkan benak pada semesta yang luas. Saat itu , masing-masing dari kita tak menyangka cerita akan bergulir begitu cepat. Saat itu pula, hati, pikiran, dan cita-cita sedikit saja terurai menjadi kata-kata. Saat itu, apakah kau akan menyangkanya kawan, bahwa dua orang diantara kita atau bahkan lebih akan saling bergandengan tangan menautkan hati masing-masing hari ini? Apakah kau akan menyangkanya kawan, bahwa si pemimpi akhirnya mendapatkan jalan untuk menggapai mimpinya hari ini? Apakah kau akan menyangkanya akwan, bahwa saat ini kau tengah bercengkerama dengan sahabatmu yang belum kau dapatkan setahun lalu?

Hari-hari berlalu, hingga kita terdampar pada hari ini, hari dimana kita mengadakan perjamuan. Hari hujan, seolah langit terharu kepada pertemuan kita, juga sedih, karena tahu bahwa kita akan berpisah lagi. Sadarkah kalian? Begitu banyak hal yang kita lalui setahun ini. Dua orang diantara kita saling berjanji, menggenggam hati satu sama lain, atau bahkan ada yang telah mengembalikan hatinya pada tempatnya masing-masing. Si pemimpi mendapatkan jalan untuk meraih mimpinya, meski jalan yang dilaluinya berliku dan harus memutar satu kali. Para sahabat berkumpul, bercerita tentang hari-hari yag terlewati tanpa kehadiran masing-masing. Cerita-cerita dan bisik-bisik hati telah tersampaikan kepada si penginspirasi.

Kawan, ingatlah hari ini, hari dimana keluarga kertas kita berkumpul, meski kita telah memilih jalan masing-masing untuk dapat menggenggam bintang tujuan.


(part 2 of Jika Tiba Saat)

3 komentar: