Sabtu, 13 November 2010

Terbiasa

aku selalu heran, mengapa mataku kini sudah mulai terbiasa mencari sosokmu di kegelapan, atau di kerumunan teman-temanmu. kadang merasa sudut bibirku miring beberapa senti, tersenyum tanpa ekspresi , atau sesak saat melihat bayanganmu. hei, aku mulai benci dengan diriku yang seperti ini.

seperti malam itu, aku tak pernah bermaksud mencarimu. tapi sudut mataku selalu menangkap kelebat bayanganmu. sudut bibirku miring 5 senti, menahan senyum yang tak sempat terekspresikan. kau dengan gayamu yang seperti langit, terdiam, entau kau melihatku atau tidak. ya, kau memang selalu diam, seperti langit. ya, mungkin karena kau yang mirip langit, aku mulai terbiasa kepadamu, terbiasa mencarimu, terbiasa tersenyum tanpa ekspresi.

hei, bolehkan aku mulai terbiasa padamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar