Jumat, 24 Desember 2010

Yang kusuka darimu

aku suka, caramu berdiri sambil menatap sesuatu, lalu berjalan lewat di depan mukaku. aku suka, caramu menatap sesuatu, lalu mengamatinya hingga semua detail tak terlewati. aku suka, caramu mengucapkan kata-kata hingga membentuk rangkaian cerita. aku suka, caramu memainkan pena, hingga goresannya terpatri dalam mataku. aku suka, caramu menghela napas, menghirup tembakau dari sela-sela jarimu.

aku suka, caramu memandangku, meski kau tak pernah berkata apapun kepadaku.

Rabu, 22 Desember 2010

Salahkah aku?

salahkah aku, jika aku tak memberi tahunya, bahwa aku telah lama mengamatimu? salahkah aku, jika aku tak bercerita kepadanya, bahwa aku telah lama menemukanmu? salahkah aku? perasaan ini begitu menyiksa. tapi, bukankah aku sudah berusaha untuk melupakanmu? tetapi tetap saja aku selalu teringat tentangmu. lagi-lagi, salahkah aku?

seperti malam ini, dan malam-malam sebelumnya, sudahkah aku memperlihatkan usahaku kepadamu? aku ingin membunuh bibit yang belum menjadi benih ini agar aku tak merasa kesusahan sendiri dengan perasaan ini. tapi tetap saja, aku merasa bahwa aku yang telah menemukanmu dulu. hanya saja, tak ada kesempatan untuk memberi tahumu akan hal ini. ya sudah lah, memang ini semua salahku.

Malam Tadi

Tadi malam, aku memimpikanmu, hei bayangan yang tak dapat terjangkau olehku. aku tak mengerti mengapa aku bisa memimpikanmu. sudah beberapa kali kau mampir dalam mimpiku. Ceritanya sungguh runtut sehingga aku heran mengapa bisa demikian. Ah, sebaiknya aku jangan sering-sering memimpikanmu.

Jumat, 17 Desember 2010

hitam putih

terpikirkan olehku ketika aku sampai pada titik balik pecapaianku saat ini. perasaan sesak menyeruak, masalah-masalah berserakan, bingung, mana dulu yang akan mulai dipikirkan untuk diselesaikan. aku membutuhkan orang-orang sepertinya, orang-orang yang hidup di dunia antara, jauh dari kemanusiawian tetapi tetap manusiawi. seandainya sejak awal aku menemukan banyak orang-orang sepertinya, mungkin aku akan merasa lebih ringan. mereka adalah orang-orang bijak kawan, aku ingin kau seperti mereka kawan. aku pun juga demikian. ingin menjadi orang-orang yang jauh dari kemanusiaan tetapi tetap manusiawi.

Senin, 13 Desember 2010

Malam yang Tidur

kawan, maafkan malam jika ia tak lagi mendengarkan ceritamu hari-hari terakhir ini. ia terlalu lelah karena ia telah menemaniku berhari-hari ini, melembur kerja rodi di bengkel kerjaku. kawan, maklum lah kepada malam jika ia tak lagi berkelana. ia telalu bosan melihat orang-orang yang berbeda akhir-akhir ini. kawan, mengertilah jika malam tak lagi memerhatikan huruf-huruf yang kau eja. ia terlalu bosan melihat tulisan akhir-akhir ini.

biaskanlah ia beristirah sejenak, barang melelapkan matanya agar terpejam, barang menutup telinganya agar tak mendengar. Mengertilah, ia hanya sedang lelah saja. bersabarlah, sebentar lagi ia akan tergugah dan menghampirimu, suatu saat.