Sabtu, 29 Januari 2011

Dalam Rangka Membuang Ingatan atau Sebuah Penerawangan?

Malam-malam terakhir ini berjalan baik. Hanya saja kemarin lusa tak demikian. Demi apa aku jadi memimpikanmu, lebih sering dari biasanya. Adakah aku terlalu sering memikirkanmu? Adakah ingatanmu tak penting lagi hingga harus terbuang satu-satu lewat mimpi?

Mimpi itu, aku dan kau berjalan bersama, baju kita sama warnanya, dan semua orang menatap terpana padaku dan kau. Lalu aku duduk takjauh darimu.Tapi disampingku ada dia, yang bajunya juga berwarna sama denganku. Dan dia berkata padaku, 'aku lebih suka dirimu yang biasanya'. Aku terdiam,entah tak tahu harus berkata seperti apa. Lalu aku menatapmu, kau berdiri dan mengajakku pergi dari tempat itu.

Seandainya mimpiku itu sebuah penerawangan indra ke tujuhku, mungkin aku akan berbahagia saat itu.

Sudah Cukup

Cukup sampai disini saja kau semakin membuatku terpaku ditempatku saat ini. Cukup sampai disini saja kau makin memenuhi semua kriteria yang aku ajukan. Cukup! Aku tak ingin semakin terjerumus.


Bahkan tanpa semua kriteria itu, kau sudah membuatku terpaku padamu sejak awal.

Jumat, 28 Januari 2011

Siapa dirimu (kini) ?

Sebenarnya aku tak begitu tahu, siapa dirimu. Tapi entah mengapa, kini yang terpikirkan olehku ketika mengingat sosokmu adalah orang itu. Apakah aku sudah merubah pemikiranku tentangmu? Aku tak tahu. Hanya saja, biarkanlah kali ini aku yang menjadi pengamat, bukan seorang penulis cerita.

Selasa, 25 Januari 2011

Hari yang Terlupakan

Aku tergagap pagi ini, Sora. Tergagap karena melihat penanda dalam agendaku yang membangunkanku di pagi buta. Ini tentangmu.

Nyawaku masih belum penuh mengisi ragaku, tapi kesadaranku seperti terbentur sesuatu, mengetahui bahwa hari ini adalah hari lahirmu. Sejenak otakku tak bisa kugunakan untuk berpikir, entah mengapa langsung terlempar ke masa lalu, setahun lalu. Nafasku mulai berat, seolah-olah oksigen tiba-tiba saja berkurang drastis. Aku mulai terdiam dan menimbang-nimbang keputusan, akankah aku harus mengirimu surat selamat ataukah sebaiknya malah tidak sama sekali? Aku belum mendapatkan jawabannya, Sora.

Hanya saja, biarkan aku mengucapkannya di sini.
Selamat Hari Lahir, Sora!

Jumat, 14 Januari 2011

Pelepasan 50% (part 2)

Mungkin ini akan jadi pelepasanmu yang terakhir, tetapi mengapa tak kau putuskan untuk mengtakannya langsung kepadaku, kawan? Bukankah kita kawan sejak lama?

Mungkin kau hanya merasa tak enak saja kepadaku, atau kepada yang lain dan memilih untuk berdiam diri seperti kali ini. Tetapi diammu itu membuatmu semakin tak jelas saja. Kalau kau mau, katakan saja semuanya, semau hal yang mengganjal, bukankah kita kawan?

Sabtu, 08 Januari 2011

Kau dan Rokok

Aku tak pernah suka kepada rokok. Tak akan pernah. Asapnya membuatku sesak, seakan mencekik leherku hingga aku lupa bagaimana cara untuk bernapas. Aku selalu berusaha untuk menjauhi asap-asap rokok sebisaku, bahkan menutupi mukaku dengan masker pun tak cukup. Seolah asap-asap itu diciptakan untuk menerobos lubang terkecil yang ada.

Tapi sejak dulu aku selalu mengagumi cara orang-orang menghisap tembakau. Termasuk caramu menghirup asap rokok dari sela-sela jarimu. Aku selalu menjauh darimu yang sedang merokok. Tapi diam-diam aku mengagumi caramu membakar tembakau itu, lalu menghisapnya dalam-dalam, memenuhi paru-parumu yang mulai menghitam. Mungkin aneh bagimu, tapi jarimu yang mengapit rokok itu begitu indah, begitu gemulai seperti jari seorang penari. Asap rokok yang mengangkasa dari sela-sela jarimu selalu bisa menghipnotisku.

Ah, betapa aku suka melihatmu yang sedang merokok dari kejauhan.