Sabtu, 08 Januari 2011

Kau dan Rokok

Aku tak pernah suka kepada rokok. Tak akan pernah. Asapnya membuatku sesak, seakan mencekik leherku hingga aku lupa bagaimana cara untuk bernapas. Aku selalu berusaha untuk menjauhi asap-asap rokok sebisaku, bahkan menutupi mukaku dengan masker pun tak cukup. Seolah asap-asap itu diciptakan untuk menerobos lubang terkecil yang ada.

Tapi sejak dulu aku selalu mengagumi cara orang-orang menghisap tembakau. Termasuk caramu menghirup asap rokok dari sela-sela jarimu. Aku selalu menjauh darimu yang sedang merokok. Tapi diam-diam aku mengagumi caramu membakar tembakau itu, lalu menghisapnya dalam-dalam, memenuhi paru-parumu yang mulai menghitam. Mungkin aneh bagimu, tapi jarimu yang mengapit rokok itu begitu indah, begitu gemulai seperti jari seorang penari. Asap rokok yang mengangkasa dari sela-sela jarimu selalu bisa menghipnotisku.

Ah, betapa aku suka melihatmu yang sedang merokok dari kejauhan.

3 komentar:

  1. wah dadi GR akuuuuuuuuuuuuuuuuu..

    BalasHapus
  2. maksudnya saya berada di kejauhan dan saya melihat orang itu merokok

    BalasHapus