Jumat, 25 Februari 2011

Menjadi Dewasa

Hujan selalu membuatku merasa tak nyaman, selalu mengingatkanku pada hal-hal yang membebani pikiranku selama ini. Kata seorang teman, hujan itu sebuah konser musik. Suaranya 'kemlothak' tetapi enak didengar. Tapi menurutku, hujan selalu meninggalkan aroma tanah yang menyegarkan, seperti aroma semangka yang dibelah ketika musim panas.

Entah hal itu sebuah kesalahan karena pikiranku yang menggalau atau apa, tapi kurasa tindakanku untuk memberitahumu tentang apa yang telah kutuliskan tentangmu selama ini perlu kau tahu. Aku sudah lama menekan perasaan ini begitu lama, hingga sering membebani pikiranku selama ini. Aku sebenarnya sudah lama berharap bahwa kau seperti pengakuanmu dulu, hingga saat itu aku begitu senang akan kenyataan itu. Tapi kawan, kau harus tahu, bahwa aku telah terikat oleh mantra yang kukutukkan pada diriku sendiri. Kawan selamanya tetap kawan. Dan kau tahu itu.

Oleh karenanya, aku hanya ingin kau tahu saja, tentang perasaan yang membebaniku, yang mungkin juga selama ini telah membebanimu. Aku ingin kita bersikap dewasa, kawan. Aku tak peduli bagaimana ekspektasimu tentangku setelah kau membaca semua tulisan tentangmu. Yang kuinginkan hanya agar kau tahu. Itu saja. Tak lebih, tak kurang. Kalaupun kau salah pengertian, maka maafkan aku, yang selama ini telah membiarkanmu terlibat perasaan kita masing-masing. Tolong lah kau mengerti barang sedikit saja.

Satu hal saja yang sekarang ingin aku tanyakan kepadamu.

Kita masih berteman, kan?

1 komentar: