Senin, 07 Februari 2011

Tempat Kenangan

Hei, Sora, beberapa saat lalu aku pergi melewati tempat itu. Tempat dimana kita menghabiskan malam bersama teman-temanmu, teman-temanku juga pada akhirnya.

Sejak awal aku sudah menduga aku akan melewati tempat itu. Sesaat aku kalut dalam kemelut otakku, termenung memikirkan tempat itu. Sepanjang jalan menuju tempat itu aku sedikit terkenang tentang kita. Tentang bagaimana kita berusahan tetap berdiri diantara tas-tas, alat masak, kardus-kardus, juga bilah-bilah bambu di dalam truk. Aku masih ingat benar, bagaimana angin meniupkan rambutku, seperti saat aku hendak lewat tempat itu.

Sesaat aku terhenyak ketika aku melewati tempat itu. Sedikit menahan nafas, mengingat tempat itu. Tempa titu sudah lama berubah, Sora. Tanah gersang itu sudah ditumbuhi alang-alang setinggi lutut. Pohon-pohon mahoni itu sudah tidak segersang dulu. Monumen di belakang pohon-pohon mahoni itu sudah menjadi reruntuhan.

Hei, tapi tetap saja tempat itu menjadi tempat kenangan kita.

2 komentar: