Jumat, 01 April 2011

Jarak

Lama sekali aku tak menulis tentangmu. Lama pula aku tak bercakap denganmu, sejak kata-kataku yang kusampaikan lewat kabel kasat mata itu.

Hari berlalu sejak hari itu, dan aku merasa beban yang kurasakan tentangmu entah mengapa berkurang, banyak malah, mungkin sekarang telah hilang sepenuhnya. Waktu berjalan, lama kita tak bercengkerama seperti biasanya. Aku memulainya dengan sebuah kata sapaan yang kutulis dengan mesin ketik modern. Lama kutinggal pergi jalan-jalan keliling dunia, tapi balasan itu tak kunjung datang darimu. Malah, aku merasakan bahwa hawa keberadaanmu menghilang sepenuhnya.

Aku jadi berpikir, mungkinkah kau menjauh dariku? Ah, tak mengapa, aku memang ingin kau menjaga jarak denganku. Tapi tidakkah kau merindukan obrolan kita yang dipenuhi dengan tawa dan gurauan? Jarak kita pun sudah jauh, tak perlu menambah jarak dengan kau berpura-pura menghilang dari dunia ini.

Bukankah kita sudah berjanji untuk jadi aku dan kau yang selama ini?

1 komentar: