Senin, 11 April 2011

Rinduku ( padamu, Kawan )

Tanggal telah tersobeki satu-satu teman, dan aku masih belum merasakan hal yang kurasakan bersama kalian.

Aku rindu, pada lorong-lorong yang sering kira gunakan untuk berlarian, duduk-duduk sambil bercerita bercengkerama tentang kehidupan kita yang hampir habis masanya, bermain kartu merah biru sambil tergelak tertawa, menangis tumpah ruah bersama sambil saling menghapus pipi.

Aku rindu, pada kursi-kursi tempat kita duduk berkonspirasi mengenai pembangkangan sore itu, bisik-bisik, kasak-kusuk rencana menghabiskan hari-hari yang tersisa, juga kejahilan tangan yang kita kembangkan dalam rangka menyemarakkan suasana serta mendekatkan diri pada pribadi masing-masing.

Aku rindu, pada tanah lapangyang sering kita gunakan untuk bermain mengejar bola, berebut memasukkan bola ke keranjang yang tergantung, tertawa 'ngrasani' orang-orang, menggaung kesana kemari sambil melemparkan guarauan yang bisa menjungkir balikkan perut.

Hei, aku rindu kawan, padamu, padanya, pada kita, pada semua tempat yang aku dan kau jadikan markas kebesaran.

Aku ingin bernostalgia bersamamu ketempat-tempat itu.

5 komentar: