Senin, 09 Mei 2011

Pembiasaan (padaku)

Lagi-lagi, malam itu kau begitu mempesona, biru.

Aku tercengang menatapmu. Mungkin malam sudah larut, dan bau dupa atau kemenyan yang tersamarkan diudara menghipnotisku. Aku baru sadar bahwa selama ini aku kurang berusaha menampakkan diriku. Tapi aku cukup senang karena kini kau mulai terbiasa akan kehadiranku, tidak menampikku seperti dulu.

Malam itupun aku sangat senang, akrena melihatmu hanya sendirian di tengah keramaian lampu kota. Dan tak seperti orang-orang lain, kau tak membawa seseorang bersamau kali itu. Lantas, bolehkah aku berkesimpulan kalau kau tak mempunyai seseorang itu?

Kalau memang demikian, tunggu saja, aku pasti akan lebih berusaha untuk membuatmu terbiasa kepadaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar