Selasa, 23 Agustus 2011

Merindu

Aku rindu pada perasaan itu, Sora.

Lama aku mencari perasaan itu, sesuatu yang sangat familiar, tapi akhir-akhir ini tak pernah kurasakan lagi. Sora, sungguh aku merindukan saat-saat aku melewati lorong-lorong depan kelas untuk menuju belantara kertas itu, tempat dimana aku mungkin menemukanmu di sana. sungguh, aku menindukan saat-saat aku duduk di bangku itu, bersembunyi di balik ensiklopedi untuk bisa mengamatimu hari itu. Sora, sungguh aku rindu pada perasaan itu.

Bertahun-tahun setelahmu, seseorang itu hadir seperti halnya orang lain. Ia hadir dalam sebuah kewajaran dan aku mulai menemukan perasaan itu pada kehadirannya. Dan saat itu aku mulai bertanya-tanya, sungguhkah perasaan ini ada pada tempatnya atau mungkin hanya euphoria yang aku ciptakan untuk mengenang perasaan itu, Sora? Sayangnya akhirnya aku menyadarinya, Sora. Perasaan yang aku rasakan itu bukan perasaan yang sesungguhnya aku inginkan.

Lalu datanglah seseorang yang lain, terus menerus seolah berlomba untuk mencarikan perasaan yang lama aku rindukan itu, Sora. tapi selalu berakhir sama, karena aku mungkin aku yang membuatnya demikian. Kau tahu, sungguh kini aku sudah lelah, mencari perasaan itus, Sora. Sungguh benar-benar aku merindukan perasaan itu.

Hei, Sora, mungkin seseorang yang kucari untuk mengobati rindu itu benar-benar ada? Kau percaya aku akan menemukannya, kan, Sora?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar