Jumat, 12 Agustus 2011

Pendewasaan

Setiap anak-anak pelan-pelan akan jadi dewasa. Akan ada titik dimana rasa itu berubah jadi perasaan angkuh karena merasa telah dewasa, lalu berubah menjadi sesuatu yang membuatakan pemikiran tentang impian. Lama-lama anak-anak yang 'sok' dewasa itu akan kehilangan kemampuan bermimpi. Sesuatu pasti akan menyadarkannya,ya, pasti. Dan sebagian tersadar, kembali bersahaja, sebagian lagi semakin tersesat.

Ada masanya dimana anak-anak yang telah beranjak dewasa itu saling bertemu dan bertukar cerita. Perasaan-perasaan yang terjalin mungkin akan sederhana saja, tapi mungkin akan jadi sesuatu yang sangat rumit untuk terurai. Sebagian sadar dan menikmatinya, sebagian terlalu buta untuk merasa. Anak-anak yang 'buta' itu, memang belum cukup dewasa untuk mengerti, dan memilih untuk terus menebar benang-benang perasaan. Dan pasti, suatu ketika, anak-anak 'buta' itu akan mendapatkan transplantasi kornea, hingga jalinan benarng-benang itu akan terlihat. Sebagian akan tersadar lalu menikmatinya, sebagian lagi pura-pura buta.

Akan ada masanya ketika anak-anak itu sadar tentang makna pendewasaan. Sedikit demi sedikit anak-anak itu tumbuh dan berubah. Sebagian melanjutkan proses itu, sebagian takut dan melarikan diri. Anak-anak yang tumbuh, sebagian akan kehilangan kemampuan bermimpi, sebagian tumbuh menjadi pemimpi. Sedang anak-anak yang melarikan diri itu tetap tumbuh, tentu dengan kecepatan yang lambat. Mereka memupuk mimpi mereka menjadi pohon mimpi, lebih dari sekedar menjadi pemimpi.

Semua jalan yang anak-anak tempuh itu tak salah, tak ada yang menyalahkan lebih tepatnya. Semua itu adalah sebuah proses tumbuh dan berkembang.

Nah, yang mana yang mewujudkan dirimu?

2 komentar: