Sabtu, 27 Agustus 2011

Sandiwara

Maafkan aku kawan. Mungkin aku memang terlalu keterlaluan kali ini. Semua ini hanya sebuah keusilan yang tak disengaja olehku.

Mari kutunjukan kepadamu, kawan. Judul sandiwara yang kubuat ini adalah Malam Laknat. Ya, anggap saja malam itu memang malam yang pantas dilaknak karena membuatku ingin menunjukkan kepandaianku berakting di depanmu. Sandiwara ini kubuat dalam rangka untuk menyemarakan pertemuan kita kembali kemarin esok hari, yang kau tahu, entah mengapa hubungan diantara kita mulai kehilangan baranya. Maaf kawan, jika perbuatanku ini benar-benar mengusik tidurmu akhir-akhir ini, atau bahkan kau tak peduli pada sandiwaraku ini? Ah, aku pun tidak tahu, partnerku juga mungkin tidak tahu.

Tahukah kau, kawan, jikalau sesungguhnya setelah sandiwara itu dimulai aku mulai menemukan alasanku terus bersandiwara seperti ini? Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa mungkin suatu hari, ya, mungkin suatu hari, sandiwara ini akan benar-benar terjadi, mengingat aku yang seperti ini dan partnerku yang seperti itu. Ya, kawan, aku hanya ingin kau tahu, aku lelah dengan permainan yang sepihak kau mainkan itu. Awalnya aku menikmatinya, tapi lama kelamaan aku bosan. Ya, bosan. Makanya, kali ini aku khusus menyiapkan sandiwara ini untuk menghentakkanmu.

Tapi, sayang, kawan, sepertinya kau tak tahu maksud dari sandiwara ini, atau bahkan sebenarnya kau tak peduli dengan usahaku ini?

2 komentar: