Kamis, 03 November 2011

Pembuktian

Sebagai bukti bahwa aku memang kuat, dan kau tak perlu meragukannya lagi.


Apa yang kau khawatirkan dariku, dari sikapku, dari keputusanku, dari perkataanku kepadamu? Ragukah kau padaku, pada sikapku, pada keputusanku, pada perkataanku? Tak percayakah kau bahwa aku akan baik-baik saja di jalur lariku yang sekarang?

Kau tak perlu khawatir kepadaku, tak perlu meragukanku, tak perlu tak mempercayaiku. Kini aku ingin balik bertanya kepadamu. Bagaimana denganmu? Apakah kau baik-baik saja setelah keputusanku untuk membawa tongkat estafet itu sendirian menuju antah berantah? akankah kau bisa bertahan dan meneruskan larimu sendiri mulai dari sekarang? Aku agak ragu kepadamu, sedikit tak percaya kau akan baik-baik saja karena kau selalu mempertanyakan hal yang sama kepadaku padahal telah jelas-jelas sudah aku katakan aku baik-baik saja.

Lantas apa yang harus aku lakukan agar kau baik-baik saja?
Mungkin memang tak seharusnya aku mempermasalahkan jalur lari yang telah kita tentukan sejak awal.