Jumat, 27 Januari 2012

Tanggal Perak

Sora, baik-baik kah kau disana? Aku dengar, binimu kabur membawa hatimu kemarin dulu.

Sora, depan rumahmu yang dekat rumahku itu telah ditumbuhi alang-alang dan anyelir putih. Kursi impor jepara diteras rumahmu juga telah jadi sarang laba-laba ungu. Tidakkah kau tergerak untuk kembali dan membersihkannya?
Maaf Sora, jika ucapanku meracau, lama tak menulis tentangmu membuatku gugup hingga jadi gagap.
Kau tentu sudah hafal luar kepala jikalau ada maksud tersembunyi yang aku harapkan darimu. Maaf, tapi memang seperti ini lah aku.

Aku baru ingat Sora, kalau tanggal perak kemarin adalah hari lahirmu. Pantas saja kemarin itu langit cerah dan begitu indah, hingga takbosan bosan aku memandanginya. Aneh, tapi hari itu aku memang merasakan kejanggalan yang kurang hingga hatiku tak genap. Maaf, tapi kau tahu, aku ini pelupa. Badai matahari menghempaskan ingatan yang satu ini tentangmu.

Sora, mungkin kali inipun aku tak berhak lagi mengirimimu kartu ucapan. Tapi kali ini saja, di tempat ini, biar aku ucapkan.

Selamat hari lahir, Sora!