Jumat, 30 Maret 2012

Kaktus-kaktus

Adakah kau tahu, bahwa yang kau tuliskan itu adalah kutukan seumur hidup untuk semua orang yang tertorehkan namanya di sana?

Anggap saja kau tak tahu kawan. Tapi aku akan berpura-pura tak peduli dan mengatakannya kepadamu. Baru kapan lalu angin berbisik kepadaku, agar jangan menggores namaku hingga tertutup oleh getah kaktus yang mengeras itu. Kupikir rasanya tak adil melihat tulisan tanganmu itu menggoyahkanku, aku ingin menghempasmu seperti kau menghempaskanku dengan olok-olokan itu. Anggap saja begitu, ini hanya balas dendamku kepadamu.

Aku terangkan kepadamu. Racun-racun kaktus itu telah menjangkitku dan kau, duri-durinya tajam menghujam perasaan setiap orang, mencabiknya menjadi berkeping-keping, lepas dari tempatnya. Kau salah kira bahwa batang-batang itu mampu menyimpan rahasia seperti halnya pohon mangga. Rahasia itu malah jadi kutukan bagimu, bagiku, juga orang itu. Banyak orang telah terjebak kawan, salah berharap bahwa yang kau ceritakan itu akan jadi cerita masa muda yang berakhir bahagia ibarat dongeng pengantar tidur.

Kau telah tertipu, kawan. Kaktus-kaktus itu mengutukmu, dan semua orang yang ada di sana. Kau hanya tak sadar karena kau tak pernah menilik kembali rahasia yang kau titipkan itu. Tapi terimakasih kawan, kutukan itu menyelamatkan hidupku.

2 komentar:

  1. nama-nama yang tertulis di sana akan dapat kutukan ndik. hahahahahaha

    BalasHapus