Jumat, 09 Maret 2012

Rahasia Kaktus

Ada hal-hal yang tak bisa terceritakan meski kepada seorang kawan 7 tahunan sekalipun, apakali kepada seseorang yang baru-baru ini muncul 5 tahun belakangan.

Bisik-bisik, kasak-kusuk di belakang bukan hal yang jarang kau lakukan kawan. Bahkan meski tak kau ceritakan kepadaku pun pasti aku akan dengan mudah menebak apa yang jadi bahan pembicaraanmu itu. Kadang aku berpikir kenama semua cerita itu akan pergi setelah kau ceritakan kepada orang lain. Kertas kah? Laut kah? atau langit? Tak pasti. Hanya saja, pasti cerita-cerita itu akan tercetak di kedua bagian otakmu yang terlalu pintar itu.
Lantas, kemana semua certai yang tak kau ceritakan itu pergi?

Bertahun-tahun, aku yakin kau pasrahkan semua cerita itu kepada seseorang yang pandai menyembunyikan sesuatu. Hanya saja, langit pun tak kau kasih tahu begitu saja. Angin pun tidak, hanya menggelitik telingaku ketika berkata ia tahu sesuatu.

Ada sebuah tempat, di dalam hutan belantara pepohonan perdu. Di sana terdapat lempeng-lempeng cerita-ceritamu itu. Lempeng-lempeng itu hidup bertahun-tahun, melindungi ceritamu itu dengan duri-duri damn. Termasuk konspirasi yang kau tulis tentangku.

Tapi maaf saja kawan, kau tahu dirimu cukup licik untuk mengancamku. Hanya saja apakah kau tak ingat? Aku temanmu, meski kau tak tahu, aku sama liciknya denganmu. Dan ketika aku menemukan naskah konspirasi itu, maaf saja kalau aku menggoresnya dengan batang pohon terdekat. Kuhilangkan namaku di atas lempeng itu, dan namanya belakangan. Agar kau tahu, aku memang telah lama berhenti.

4 komentar: