Sabtu, 09 Juni 2012

Genap

9+6+2+0+1+2


Ini Juni tapi semesta berkehendak hujan. Lintasan jadi becek karena banjir. November masih empat bulan lagi tapi aku tak sabah sampai tanggal 9. Ah, bodoh, ini sudah tanggal 9.

Mari kita berhenti sejenak dari lari yang tak jelas ujungnya ini. Aku tegaskan kepadamu, lembar surat ini akan jadi yang terakhir seperti catatan kecilmu, desember. Berlari itu susah, sesusah mengawalinya. Jadi, sudah kau putuskan hendak kemana kau? Aku sendiri tak tahu, entahlah, hanya berlari sesuka hati saja. Hei, sudah aku rumuskan jalur larimu, y=x+1. Kupikir belajar matematika ada juga gunanya. Lalu kuhitung lagi lintasanku, y=2(x+1), mirip ya? Tentu, tapi ternyata kedua kurva fungsi itu hanya sekali saja bertemu, titik (-1,0).

Kupukir, aku dan kau adalah sebuah kesalahan, kesalahan yang kuperbuat tapi malah kau yang harus menanggung cacat sejarah itu. Aku minta maaf tapi kupikir sekarang permintaan maafku tidak berguna lagi. Kadang memang ada bekas yang tak bisa dihilangkan dan hanya bisa ditutupi. Maka kini hentikan larimu jika kau mau. Aku sudah tak peduli dengan aturan yang ada. Aku hanya ingin lari meski aku belum memutuskan untuk siapa dan untuk apa aku berlari. Jadi kurasa kita impas kali ini.

kalau kita bertemu lagi, biarkan bekas itu tetap membekas karena memang takdirnya, tak usah ditutupi kalau kau memang tak malu karena aku sudah tak peduli apapun itu.


Bersedia. Siap. Yak!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar