Jumat, 24 Agustus 2012

Mudik


Senja tadi, aku baru sadar, kau telah kembali pulang kepadaku, kawan. Salamku padamu, semoga sejahtera menyertaimu. Amin.

Tikar hanya sejengkal, bulan belum bulat karena ini bukan tanggal dengan angka sakral itu.
Lalu bagaimana kabarmu?
Baik. Sebaik minggu-minggu lalu.
Ah, kau benar, kita memang sudah sering berjumpa. Tapi mengapa kali ini seperti selama sebelumnya?

Ada yang berbeda dari wajahmu yang sudah menua itu, rambutmu yang tak lagi sama dengan dulu, terutama pikiranmu yang kacau saat terakhir kali kita bertemu. Tapi aneh, aku  merasa, melihat dirimu yang bertahun-tahun lalu?

Ah, kawan, aku rindu kepada dirimu yang itu! Mari bersulang, perjamuan baru akan diadakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar