Minggu, 26 Agustus 2012

Muka


Kupuji dirimu yang pandai betul melipat muka. Ada belasan ekspresi yang kau ungah dalam sebuah topeng. Hendak kau apakan semua itu? Kau jual katamu. Aku masih menatapi punggungmu yang mengucurkan peluh diantara usahamu menata topeng-topeng itu. Aku akan beli satu buatku bulan depan.

Ambilah satu yang kau mau.

Aku mengeleng. Aku mau yang baru, yang tak ada jejak tangis di sudut matanya, yang tak ada kerut duka di setiap lekuknya, yang tak ada derita di ujung permukaannya.

Kau gila!

Aku tertawa. Ah, bilang saja kau tak bisa membuatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar