Senin, 27 Agustus 2012

Rumahmu (Medan Perang)


Berkali-kali, sudah tahu ranjau tapi diinjak pula.

Rumahmu adalah ladang ranjau bagiku. Meleset satu senti saja, ranjau yang kau tanam itu akan menghancurkanku. Selalu kutanyakan kepadamu mengapa kau pasang ranjau-ranjau itu di halaman rumahmu, ruang tamu, dan kamarmu. Kau bilang supaya suasana jadi meriah akibat letusan-letusan ranjau. Sepertinya kau memang sudah gila. Tapi mungkin aku lah yang lebih gila, nekad datang kerumahmu meski tahu di mejamu terhidang ranjau untukku. Aku hanya bisa berbekal apa? Stategi mungkin. Tapi kau selalu bisa menghancurkanku dengan kata-kata yang terucap dari mulutku. Ah, apa mungkin kau telah menanam ranjau di mulutku.

Lalu apa maumu sebenarnya? Menghancurkanku hingga jadi debu? Lantas apa yang kau terima? Medali kebesaran sebagai pahlawan perang? Bah, katakan saja kau tak sudi membiarkanku sedikit tenang bertandang ke rumahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar