Senin, 08 Oktober 2012

Episode (Api)


Sebuah september, tahun 2012

Bapa, biyung, berbekal sekarung rindu yang kutabung di kota aku pulang

Di depan pagar, kudijemput abu,
rumah kayu itu terapung di antara bara,
tetangga layaknya semut yang diganggu sarangnya,
sibuk bisik kasak kusuk busuk tak membahu

ada api bapa, menghanguskan mataku yang digenangi jelaga,
ada api biyung, membawa darah dagingmu melambung,
terhuyung kujatuh  di atas lutut yang keropos
tak ada sisa yang tertinggal diantara jelaga, mata bara, dan jilat api

lantas kini mengaduh kepada siapa aku? Kau yang disusul mereka, bapa biyung, tentu tak tahu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar