Selasa, 29 Januari 2013

Angka Delapan


Lhoh, ketika kutoleh kalender ini sudah 4 hari setelah hari lahirmu dan aku sudah benar-benar lupa tentangmu.

Kubuka laci meja yang ada di sampingku dan kucari alamat rumahmu tapi mengapa tak ada di sana? Sejak kapan alamatmu itu menghilang. Aku keluar buru-buru mengambil sepedaku menuju rumahmu tetapi mengapa aku sudah lupa jalan rumahmu yang selalu kutempuh setiap hari sabtu itu? Apakah kau adalah bagian dari mimpi yang selama ini kutemui diantara tidurku? Apakah kau adalah khayalan tergelapku tentang seseorang yang lebih samar daripada bayangan?

Hei Sora, katakan padaku, siapa kau saat ini? Aku tak bisa merasakanmu dimana pun. Ingatanku tentang bayanganmu, raut wajahmu, rambut jagungmu, senyum dan bau tanah basah diantara mahoni itu menghilang, seperti langit di atas samudra yang tiba-tiba cerah setelah badai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar