Rabu, 07 Agustus 2013

Sebuah Salam

Sebuah salam dari Sabrina,
kepada Justin dan Francis yang tak dapat hadir

Apa kabar kawan? Lama sejak terakhir kali mendengar kabarmu dari papan depan stasiun itu, aku tak tahu kemana pergimu, kawan berbagi pra-remaja. Lantas ketika dipenghujung suatu hari kita bertemu lagi, kekikukan yang tersisa ketika masa kelulusan pra-remaja itu, entah mengapa sirna begitu saja. Kita begitu lugas mengatakan apa yang hendak kita utarakan. Pertanyaan-pertanyaan seputar kabar, kau sekarang dimana, bagaimana, bersama siapa mengalir satu-satu lewat mulutku mulutmu mulut mereka. Aku senang tak menghindar dan aku serasa kembali ke masa dimana kita masih anak-anak betul, sebelum kita mengenal apa itu laki-laki perempuan dan apa yang bisa terjadi diantaranya. Kita ibarat anak SD yang menemukan teman sepermainannya yang telah lama menghilang. Ya, aku senang.

Kudengar, Carissa sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan, dalam waktu dekat. Lalu aku mulai mendengar cerita-cerita mengenai teman se-geng yang juga telah dijodohkan seperti Carissa yang telah bercincin. Aku hendak mengolok-olokmu, Justin dan Francis kawanku, bahwa kesempatan kalian telah lama terlewat. Dan cerita masa kanak-kanak itu hanya akan jadi bahan olok-olokan kita di masa tua. Ya, aku senang sekali.

Kapan lagi, ya, kita akan bertemu selengkap dulu?

PS : kabari aku segera ya, aku takut aku telah berada di tempat yang membuatku tak dapat kembali kepadamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar