Jumat, 23 Agustus 2013

Semesta Berbicara

Semesta bergerak dalam sebuah rangkaian seri pararel, menggerakkan masing-masing dari kita seperti antariksa yang mengerucut memuai, seperti jejaring benang yang berkaitan satu sama lain, seperti kepak kupu-kupu yang membikin tornado di seberang lautan.

Kita adalah manusia yang tersesat diantara ruang dan waktu yang orang lain definisikan, terus tumbuh bergerak liat diantara keajaiban, mencari makna diantara penciptaan-penciptaan Tuhan. Ada kalanya kita tahu dimana jalan yang panjang ini mengarah, meski sering sekali kita tersesat pada liku lekuk pejalanan, malah, seringnya makin terperosok saja tanpa tahu jalan untuk pulang. Namun, ketersesatan 'sesaat' itu bukannya menjauhkan kita pada pencapaian yang dicita-citakan, tapi mungkin saja malah jadi jalan pintas. Meski aku tak dapat menjamin apakah benar, jalan singkat itu akan jadi hal yang menggembirakan atau tidak.


Lalu, seperti halnya perjalanan mengelilingi bola bulat dunia, kita akan kembali ke sebuah titik akhir yang menjadi mula. Ah, mungkin Tuhan sedang iseng dan senggang saat menciptakan manusia, yang ia ciptakan sebanyak-banyaknya, yang ia tulis kisahnya mulai dari yang paling tragis sedih sederhana teraniaya kaya raya bahagia merana hingga sekelas iklan murahan FTV sinetron panjang tegak bersambung film holly-bolly-wood, yang mana saja, sama-sama menghibur.

Dan kita, manusia, hanya satu diantara titik-titik yang membentuk garis tegak lurus melengkung berubah beraturan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar